Uswatun Khazanah OYPMK (Orang yang pernah menyandang Kusta)/NRL Indonesia
“Menuju 15 tahun Saya mengalami kusta ,penyakit yang menyerang pada saraf kulit yang disebabkan bakteri Mycobacterium leprae (M. leprae), sejenis bakteri yang tumbuh dengan lambat. Penularan kusta bisa melalui kontak kulit yang lama dan erat dengan pengidapnya. Di samping itu, kusta juga bisa ditularkan lewat inhalasi alias menghirup udara
Gejala awal kusta seperti timbulnya bercak kemerahan atau putih seperti panu kadas yang kurang rasa atau Hilang Rasa tidak gatal dan tidak berkeringat atau tidak brabo hingga mengalami gejala-gejala tersebut segera periksa dan dapatkan obat kusta ”
Bagaimana cara melawan dan bertahan dari pandangan masyarakat yang lebih percaya mitos daripada perkataan dokter ?
“Pertama memang melawan stigma itu kita harus sembuh dulu, Kita harus disiplin minum obat, kita harus mendengarkan saran dari dokter yang harus dilakukan, kemudian kita juga harus jaga pola pikiran karena yang memicu reaksi itu adalah pikiran kita yang selalu negatif ,jadi kita harus terus positive thinking bahwa dan kita harus berani berbicara juga percaya diri tapi solusinya tetap dengerin apa perkataan dokter dan jangan lupa diperiksakan langsung ya bisa ke RS terdekat."
Apa yang bisa dilakukan untuk menghentikan stigma dan diskriminasi tersebut?
"Nah untuk memutuskan stigma ini Tentunya diperlukan upaya dari dua arah nih seperti memberikan edukasi dan pemahaman yang benar pada masyarakat.
Sedangkan untuk orang yang pernah mengalami kusta dan penyandang down syndrome ini bisa dengan memberikan kekuatan untuk membangun kepercayaan diri dan peningkatan kapasitas. Ini untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa semua itu perlu waktu dan oleh karena itu kampanye-kampanye serta pemberian informasi yang benar perlu terus dilakukan karena tidak semua orang tahu tentang hal ini dan tidak terus-menerus terjebak pada informasi yang salah yang hanya menjadikan kita memiliki pemikiran yang sempit dan tidak berkembang menjadi Intinya. "
dr.Oom Komariah M.Kes POTADS (Persatuan orangtua anak dengan down syndrome)/Ketua pelaksana Down Syndrome dunia 2022
"Banyak yang bilang anak down syndrome itu enggak bisa bicara dan segala macamnya dan akhirnya diskriminasi dari keluarga sendiri pun yang dengan stigma stigma dari luaran terjadi."
Bagaimana cara berdamai dengan diri sendiri dan menerima ketika memiliki anak dengan down syndrome ini ?
“Damai dengan diri sendiri tuh memang enggak mudah, untuk orang tua yang baru dikaruniai anak dengan down syndrome dan ingin berdamai dengan diri sendiri, tapi memang pasti akan menikmati masa-masa sedih jadi yang pertama cari komunitas mengenai Down Syndrome, karena dengan komunitas ini kita akan bisa saling sharing cerita kita akan bisa melihat teman-teman dengan anak down sindrom yang lain.
Mereka bisa kok ada yang pintar berenang, ada yang pinter main musik, yang pintar membaca, menulis, berhitung dan segala macam akademis, jadi jangan pernah takut. karena kalau bukan orang tuanya siapa lagi akan membantu anak down syndrome ini untuk bisa bertumbuh dan berkembang dengan optimal baik "
Untuk semuanya penderita kusta atau yang punya anak disabilitas atau dan siapapun yang merasa pernah mengalami diskriminasi pernah dibully pernah diejek .Tunjukan pada semua orang bahwa kita bisa kok bersama-sama melawan diskriminasi ini tapi dimulai dari diri sendiri dan jangan putus asa. Tetap semangat
Komentar
Posting Komentar