Moment liburan apa sih yang menurut kalian paling berkesan? Kalau aku adalah moment saat liburan dengan keluargaku ke Candi Prambanan dengan Traveloka.
Moment Liburan itu tepat pada tahun kemarin saat liburan panjang keponakan kembarku yang lumayan banget buat digunain sebagai kumpul bersama keluarga,dan aku juga keluargaku memanfaatkannya dengan
dengan liburan jalan-jalan ke destinasi yang bisa memanfaatkan moment kebersamaan kami.
Karena aku memiliki keponakan maka pilihannya biasanya ketempat wisata yang berupa keindahan alam atau justru tempat bersejerah agar keponakanku pengetahunnya lebih luas tidak hanya sekedar pengetahuan dalam buku.
Nah aku dan keluargaku memutuskan untuk pergi ke Jogja, tepatnya ke Candi Prambanan yang terkenal sebagai Candi seribu.
Candi prambanan ini terletak di Jl,Raya Solo - Yogyakarta, jelas jauh dari rumahku yang ada di Bekasi. Tapi untunglah aku memiliki aplikasi yang menjadi andalan untuk bisa pergi kemana saja, yaitu TRAVELOKA.
Kenapa Traveloka menjadi andalanku? Karena dengan Traveloka ini aku udah bisa pesan Tiket pesawat,pesan Tiket bus/Travel,pesan Tiket Kereta Api, Booking Hotel. Bahkan hal-hal sederhana seperti membeli Tiket Bioskop, Tagihan Isi Ulang dll. Bahkan kalau mau liburan ke luar negeri juga bisa lho.
Traveloka ini juga mudah digunakan karena sistem pembelian tiket pesawat dan booking hotel dengan mudah saat ini melalui aplikasi Traveloka. Prosesnya yang cepat dan mudah tentunya bikin kita jadi lebih hemat waktu dan tenaga. Jadi bahkan saat anda tengah duduk santai beristirahat di rumahpun sudah bisa memesannya. Atau saat aku masih sibuk dengan pekerjaan aku masih bisa memesannya dengan mudah dan cepat.
Jadi Karena itu aku memustuskan memakai Traveloka untuk liburan ku bersama keluarga ke Candi Prambanan di Jogja dengan pesan tiket pesawatnya.
Oh,iya metode pembayarannya juga beragam di Traveloka karena sudah ada banyak pilihan Paylater seperti melalui ATM, Mandiri, Kartu Kredit,BCA, Klikpay, CIMB Click, dan Juga mandiri eCash dan lain-lain. Traveloka. Harga-harga di Traveloka juga termasuk murah lho.
Setelah aku memesan tiket pesawat untuk ke Jogja. Caranya mudah yaitu,
1. Cari penerbangan, nah aku memasukkan secara detail penerbangan tujuanku.
2. Kemudian pilih dan pesan penerbangan, disini aku masukkan nama maskapai,jadwal, harga tiket, dll. Biasanya bisa langsung dilihat di hasil pencarian.
3. Isi data kontak dan penumpang, setelah isi penerbangan, isi data pemesanan yang dapat dihubungi dan data penumpang yang berangkat. Disini juga bisa lho masukkin asuransi perjalanan langsung ke pesananku.
4. Nah step selanjutnya langsung lakukan pembayaran, beragam metode pembayaran sudah tersedia jadi tinggal aku pilih deh.
5. E-Tiket dikirimkan, setelah pembayaran sukses diterima,e-tiket resmi Traveloka akan dikirimkan ke alamat emailku maks 60 menit.
Oh,iya jangan lupa juga saat akan memesan tiket pesawat pastikan kalian mengecheck diskon dan promo yang berlangsung. Karena traveloka biasanya menyediakan berbagai macam promo dan diskon yang bisa menguntungkan kita lho. Jadi kita bisa lebih hemat deh.
Nah selanjutnya aku dan keluargaku memutuskan untuk booking hotel yang cukup dekat dengan destinasi tersebut, karena kami cukup asing dengan daerah sekitar sana aku kembali memanfaatkan Traveloka untuk check in hotel. Saat aku melihat di aplikasi Traveloka ternyata ada cukup banyak pilihannya jadi tinggal memilih yang menyesuaikan keadaan yang kami mau. Kami maunya sih saat itu hotel yang nyaman dan sederhana. Jadi aku pertama memasukkan kota destinasi, dan mengatur waktu yang aku inginkan lalu lanjut memilih opsi cari, tunggu beberapa saat dan akan muncul semua informasi yang ada. Jangan lupa gunakan layanan filter untuk menganalisa bintang, layanan dan harga kamar sesuai budget ku.
Disinipun ada berbagai macam pilihan macam pembayaran. Nah untuk mendapatkan diskon, bisa menggunakan OTA tanpa kupon. Lalu terakhir menunggu e-voucher dari traveloka sebagai buki bahwa sudah memesan kamar hotel daru kota destinasi.
Nah nantinya setelah aku sampai dihotel yang aku inginkan aku tinggal menunjukkan kepada staff hotel terkait tanpa harus mencetaknya terlebih dahulu, hal ini katanya bertujuan untuk mengurangi penggunaan kertas jadi kita bisa lebih melestarikan lingkungan.
Nah balik lagi ke cerita liburanku bersama keluarga saat ada di candi perambanan. Saat kesana kami memesan tiket terusan yang sudah dipandu. Pertama kami diceritakan tentang sejarah candi Perambanan.
Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.
Denah asli Candi Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri atas halaman luar dan tiga pelataran, yaitu Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron (pelataran dalam). Halaman luar merupakan areal terbuka yang mengelilingi pelataran luar. Pelataran luar berbentuk bujur dengan luas 390 m2. Pelataran ini dahulu dikelilingi oleh pagar batu yang kini sudah tinggal reruntuhan. Pelataran luar saat ini hanya merupakan pelataran kosong. Belum diketahui apakah semula terdapat bangunan atau hiasan lain di pelataran ini.
Di tengah pelataran luar, terdapat pelataran kedua, yaitu pelataran tengah yang berbentuk persegi panjang seluas 222 m2. Pelataran tengah dahulu juga dikelilingi pagar batu yang saat ini juga sudah runtuh. Pelataran ini terdiri atas empat teras berundak, makin ke dalam makin tinggi. Di teras pertama, yaitu teras yang terbawah, terdapat 68 candi kecil yang berderet berkeliling, terbagi dalam empat baris oleh jalan penghubung antarpintu pelataran. Di teras kedua terdapat 60 candi, di teras ketiga terdapat 52 candi, dan di teras keempat, atau teras teratas, terdapat 44 candi. Seluruh candi di pelataran tengah ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu luas denah dasar 6 m2 dan tinggi 14 m. Hampir semua candi di pelataran tengah tersebut saat ini dalam keadaan hancur. Yang tersisa hanya reruntuhannya saja.
Pelataran dalam, merupakan pelataran yang paling tinggi letaknya dan yang dianggap sebagai tempat yang paling suci. Pelataran ini berdenah persegi empat seluas 110 m2, dengan tinggi sekitar 1,5 m dari permukaan teras teratas pelataran tengah. Pelataran ini dikelilingi oleh turap dan pagar batu. Di keempat sisinya terdapat gerbang berbentuk gapura paduraksa. Saat ini hanya gapura di sisi selatan yang masih utuh. Di depan masing-masing gerbang pelataran teratas terdapat sepasang candi kecil, berdenah dasar bujur sangkar seluas 1, 5 m2 dengan tinggi 4 m.
Di pelataran dalam terdapat 2 barisan candi yang membujur arah utara selatan. Di barisan barat terdapat 3 buah candi yang menghadap ke timur. Candi yang letaknya paling utara adalah Candi Wisnu, di tengah adalah Candi Syiwa, dan di selatan adalah Candi Brahma. Di barisan timur juga terdapat 3 buah candi yang menghadap ke barat. Ketiga candi ini disebut candi wahana (wahana = kendaraan), karena masing-masing candi diberi nama sesuai dengan binatang yang merupakan tunggangan dewa yang candinya terletak di hadapannya.
Candi yang berhadapan dengan Candi Wisnu adalah Candi Garuda, yang berhadapan dengan Candi Syiwa adalah Candi Nandi (lembu), dan yang berhadapan dengan Candi Brahma adalah Candi Angsa. Dengan demikian, keenam candi ini saling berhadapan membentuk lorong. Candi Wisnu, Brahma, Angsa, Garuda dan Nandi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu berdenah dasar bujur sangkar seluas 15 m2 dengan tinggi 25 m. Di ujung utara dan selatan lorong masing-masing terdapat sebuah candi kecil yang saling berhadapan, yang disebut Candi Apit.
Setelah mengetahui sejarah Candi Prambanan kami mengelilingi Candi tersebut untuk melihat-lihat, perjalanan dengan kaki saat mengelilingi satu candi ke yang lain bisa terbilang lumayan jauh tapi untungnya keponakanku cukup menyukainya dan merasa unik karena bisa melihat candi sejarah tersbut. Selain kami disana juga banyak turis asing yang kagum pada candi perambanan, di Perambanan ini selain ada candi juga ada juga pasarnya yang menjual berbaagi keunikan buatan tangan, mulai dari kayu, figur perambanan, pakaian, dan olahan makanan tradisional yang semuanya bisa dijadikan oleh-oleh.
Disini aku membeli asbak berbentuk candi prambanan yang menurutku sangat unik. Ibuku sendiri membeli makanan Wingko babat, dan keponakan ku membeli mainan yang terbuat dari kayu.
Di candi prambanan ini ada juga ada meseumnya,disini Wisatawan sama sekali tidak dikenakan tarif atau tiket untuk masuk ke Museum Prambanan alias gratis. Jam buka Museum Prambanan bersamaan dengan jam operasional Candi Prambanan.
Ada tiga bangunan utama di Museum Prambanan dan semuanya berisi artefak bersejarah yang ditemukan di kompleks Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Di bangunan pertama, wisatawan akan diajak menikmati sejarah dan artefak dari kompleks Candi Prambanan.
Sementara di bangunan kedua, wisatawan dapat mengetahui bagaimana proses pembangunan candi. Terakhir, wisatawan bisa melihat-lihat sejumlah peninggalan di masa lalu seperti guci.
Masih di kompleks Candi Prambanan, wisatawan juga dapat berkunjung ke penangkaran rusa. Ada puluhan rusa tutul di penangkaran ini.
'Penghuni' pertama di penangkaran ini adalah 12 ekor rusa yang didatangkan dari Istana Bogor, Jawa Barat. Namun kini, telah berkembang biak dan jumlahnya semakin banyak.
Selain rusa, ada pula domba serta burung yang ditempatkan di kandang terpisah dengan rusa.
Setelah cukup lelah berjalan-jalan aku dan keluargaku melepas penat dengan beristirahat sejenak ditaman sekitar yang ada di candi perambanan.
Total ada lima taman yang mengelilingi area utama Candi Prambanan. Yaitu taman Agastya, Siwa Mandala, Brahma Mandala, Wisnu Mandala, dan Garuda Mandala. Di sini pula, wisatawan dapat menikmati keindahan Candi Prambanan dalam sisi yang lain. Saking luasnya, wisatawan tak perlu bingung mau duduk di mana.
Jadi bagaimana, tertarik menjelajahi sudut-sudut lain di Candi Prambanan? Yuk, segera agendakan kunjunganmu. Jangan lupa untuk mematuhi protokol kesehatan saat berwisata ke Candi Prambanan, ya. (Kontributor)
Setelah puas banget liburan di candi perambanan. Aku dan keluargakupun kembali.
Kami masih memanfaatkan aplikasi Traveloka. Aku berharap untuk tahun ini aku bisa liburan bersama keluargaku ke Bali dengan menaiki pesawat dari Traveloka. Kenapa aku ingin ke bali bersama keluargaku? Karena Ketika seseorang menyebutkan kata “ Bali” pasti yang langsung terbayang adalah pantainya yang indah. Jangan salah, Bali bukan hanya memiliki pantai, tetapi juga punya persawahan, danau, bahkan air terjun. Mau menikmati teriknya matahari sambil berjemur di tepi pantai ataupun menikmati udara sejuk yang khas dari dataran tinggi, semua bisa dilakukan di Bali. Memang lengkap kan wisata alam di Bali.
Dibali juga terkenal dengan budaya nya yang unik juga berbagai macam kerajinan tangan. Selain itu aku dan keluargaku juga ingin merasakan kuliner di bali yang terkenal Ada nasi campur, sate lilit, pie susu, kacang disco, bahkan gelato yang enak pun ada di Bali.
Dan aku juga ingin kembali booking hotel di bali dengan traveloka . apalagi hotel dibali terkenal cantik dan unik dengan fasilitas yang lumayan bagus.
Yuk liburan dengan mengikuti suara hatimu dan jalani hidup dengan caramu #LifeYourWay
Lalu jangan lupa liburan buat nenangin pikiran dengan Traveloka

Komentar
Posting Komentar