Langsung ke konten utama

Bersama Bergerak Berdaya Menjaga Hutan, Menjaga Bumi Tetap Sehat



Tinggal dan dibesarkan diwilayah yang lebih kepedalaman dan dikelilingi oleh perpohonan membuatku bersyukur. Karena aku bisa menikmati udara yang sehat dan tidak banyak polusi, juga tidak seramai dikota. Udaranya juga jauh lebih sejuk dan dingin. 

Dan yang aku sukai dari tempat tinggalku adalah karena kaya akan wisata alamnya seperti Pantai, Pergunungan,dan Perhutanan. Bisa dibilang wilayahku serba hijau karena banyak hutannya. 

Sebenarnya peran Hutan yang ada di wilayahku inilah yang menjadi faktor penting tempatku tetap indah dan terjaga, karena seperti yang kita ketahui Hutan memiliki manfaat seperti:

1. Membantu Makhluk Hidup Bernapas

Hutan disebut-sebut sebagai pemasok oksigen paling besar di permukaan bumi. Tidak mengherankan jika hutan mendapatkan julukan sebagai paru-paru dunia.

2. Menjaga Bumi Tetap Dingin

Emisi karbon dioksida yang terus meningkat menyebabkan pemanasan global. Hal tersebut turut membuat bumi menjadi panas. Menyerap karbon dioksida yang memicu pemanasan global menjadi salah satu cara pohon untuk mengalahkan panas.

3. Membuat Hujan

Sebagai ekosistem yang kompleks, hutan mampu menyerap air dan melepaskan kelebihannya ke udara. Hutan yang luas mampu menciptakan iklim mikro dan memengaruhi pola cuaca regional. Misalnya, hutan hujan Amazon yang dapat menghasilkan kondisi atmosfer pendorong curah hujan reguler.

4. Melawan Banjir

Hutan sebagai daerah resapan air dapat mencegah terjadinya banjir. Akar pohon menjadi sekutu utama dalam menampung hujan yang lebat untuk daerah dataran rendah. Hutan sebagai suatu kesatuan ekosistem dapat membantu tanah menyerap banjir bandang, mengurangi kehilangan tanah, dan mengurangi kerusakan properti dengan memperlambat aliran.

5. Menjaga dan Mempertahankan Kesuburan Tanah

Manfaat hutan tak hanya untuk melawan banjir, akan tetapi seluruh tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya berperan penting dalam menyuburkan tanah. Daun-daun di hutan akan berguguran, lalu membusuk, dan terurai di atas permukaan. Proses tersebut membantu menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah. Kondisi tanah yang subur dapat memudahkan pengolahan penanaman pohon kembali.

6. Memblokir Angin

Sekelompok pohon di hutan dapat berfungsi sebagai penahan angin dan penyangga untuk tanaman yang sensitif terhadap angin. Kemudian kondisi angin yang tak terlalu banyak di hutan memberikan kemudahan untuk lebah melakukan penyerbukan.

7. Membersihkan Tanah Kotor

Selain memblokir angin, hutan juga bermanfaat untuk membersihkan polutan tertentu menggunakan fitoremediasi. Sekelompok pohon di hutan mampu menurunkan dan mengeluarkan racun berbahaya.

8. Membersihkan Udara Kotor

Tanaman hias berukuran kecil di pekarangan rumah dapat membersihkan udara yang kotor. Lebih dari itu, hutan dapat membersihkan polusi udara dalam skala yang jauh lebih besar. Pohon mampu menyerap berbagai polutan di udara, mulai dari karbon dioksida, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida.

9. Memberi Makhluk Hidup Makanan

Selanjutnya, hutan bermanfaat untuk memberi pasokan makanan bagi makhluk hidup. Pohon di dalam hutan mampu menghasilkan biji-bijian, getah, buah-buahan, kacang-kacangan, jamur yang bisa dimakan, dan beri. Kemudian kehadiran hutan memudahkan manusia untuk mencari binatang buruan, seperti rusa, kalkun, kelinci, dan ikan.

10. Menyembuhkan Makhluk Hidup

Hutan mampu memberikan sejumlah pengobatan alami bagi makhluk hidup. Pohon kakao memiliki kandungan theophylline yang mampu menjadi obat asma. Kemudian senyawa jarum cedar merah timur mampu memerangi bakteri yang resistan terhadap obat.

11. Menciptakan Lapangan Kerja

Sekitar 1,6 miliar orang menggantungkan hidupnya pada hutan untuk mata pencaharian. PBB mengatakan bahwa 10 juta orang dipekerjakan secara langsung dalam konservasi hutan. Selain itu, hutan memproduksi kayu dan produk non kayu sekitar 1% dari produk domestik bruto global.

12. Memenuhi Kebutuhan Manusia

Hutan menyediakan infrastruktur organik yang penting bagi kehidupan. Manusia telah menggunakan hutan sebagai sumber daya terbarukan untuk membuat segala sesuatunya. Manusia menggunakan hutan demi memenuhi kebutuhan hidupnya, mulai dari kertas, furnitur, rumah, hingga pakaian.

13. Mencegah Erosi dan Tanah Longsor

Sekumpulan pohon di dalam hutan mampu mencegah erosi dan tanah longsor karena akar yang mencengkram tanah dengan kuat. Akar yang mencengkram kuat berfungsi sebagai pengikat butiran-butiran tanah. Kehadiran hutan membuat air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah.

14. Menyejukkan Suasana

Manfaat hutan secara tidak langsung ialah menyejukkan suasana. Kehadiran hutan mampu menciptakan naungan penting bagi berbagai kehidupan di lantai hutan. Seperti halnya hutan kota yang mampu membuat suhu dan suasana perkotaan menjadi lebih sejuk dan dingin.

15. Menyimpan Air Tanah

Hutan sebagai daerah resapan air kerap dianggap seperti spons raksasa. Hutan mampu menangkap limpahan air dan menyerapnya ke tanah. Air yang jatuh akan mengalir melewati akar pohon, lalu menetes atau meresap ke dalam akuifer. Dengan begitu, persedian air tanah akan terisi kembali untuk kepentingan minum, sanitasi, dan irigasi.

16. Kawasan Lindung dan Pariwisata

Melindungi aneka hewan dan tumbuhan langka menjadi salah satu fungsi hutan. Selain itu, hutan juga bermanfaat sebagai objek penelitian. Indonesia memiliki kawasan hutan wisata yang dipelihara khusus untuk kepentingan pariwisata. Di hutan wisata, Grameds bisa melihat keindahan alam, kekayaan flora, dan fauna untuk kepentingan rekreasi.

Itulah banyaknya peran Hutan bagi Wilayahku, namun sayangnya ada juga peristiwa yang pernah terjadi yaitu sebuah kebakaran di hutan indonesia. Kok bisa sih? Faktor terpenting peristiwa itu bisa terjadi adalah karena ulah Manusia. Kenapa Manusia bisa menjadi Faktor penyebab kebakaran tersebut? 

1. Perambahan Hutan

Penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia adalah perambahan hutan atau migrasi penduduk dalam kawasan hutan. Tidak banyak disadari oleh banyak pihak.

Akibat kebutuhan hidup masyarakat yang meningkat, dan bertambahnya jumlah keluarga. Penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia tersebut menuntut masyarakat untuk menambah luasan lahan garapan.

2. Api Unggun

Penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia adalah api unggun. Hutan memang tempat paling nyaman untuk mendirikan tenda. Lalu membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Sayangnya banyak oknum yang salah mempraktikkan. Sisa api unggun yang tidak dimatikan dengan benar bisa menjadi penyebab kebakaran hutan.

3. Illegal Logging

Illegal logging atau pembakaran liar menghasilkan lahan-lahan kritis dengan tingkat rawan tinggi. penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia ini tentu membuat api yang tidak terkendali secara mudah merambat ke area hutan-hutan kritis tersebut.

Pembakaran liar sering meninggalkan sisa berupa daun, cabang, dan ranting kering yang semakin lama bertambah dan menumpuk di Kawasan hutan. Pada musim kemarau akan mengering dan berpotensi menjadi penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia.

4. Penebangan

Penebangan hutan besar-besaran termasuk penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia yang tidak boleh disepelekan. Apalagi jika penebangan hutan dilakukan oleh orang yang asal-asalan. Mesin penebang berisiko memercikkan api, terutama di musim kemarau.

5. Pembukaan Lahan

Kebakaran hutan memang bisa terjadi secara alami. Hal ini tidak berlaku ketika pembukaan lahan tengah dilakukan. Kemungkinan terbesarnya, penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia.

Persis seperti yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera. Marak kebakaran hutan untuk pembukaan lahan sawit baru. Bahkan kebakaran hutan yang terjadi berdampak pula bagi lingkungan tinggal masyarakat desa dan perkotaan.

Jika sudah seperti ini, tidak lagi flora dan fauna yang menjadi kekhawatiran. Berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan pernapasan menjadi ancaman penduduk sekitar. Pemerintahlah yang seharusnya maju menjadi penegaknya.

6. Rokok

Merokok di hutan bisa menjadi penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia. Kali ini bukan karena alam, melainkan ulah manusia. Risikonya akan semakin parah ketika vegetasi kering kerontang karena musim kemarau panjang.

Jangankan rokok, daun kering yang saling bergesekan saja sudah bisa menyulut api. Maka dari itu, berhati-hati ketika sedang berada di hutan karena penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia benar adanya. Jangan membuang puntung rokok sembarangan demi kelestarian lingkungan.

7. Pemburuan

Pemburuan hewan liar secara tidak langsung menjadi penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia. Apalagi jika pemburuan ini dilakukan dengan senapan yang bisa memicu percikan api. Jika hal ini terjadi, tak hanya hutan yang akan habis, tetapi flora dan fauna yang tinggal di hutan terancam kehidupannya.

8. Pakan Ternak

Kehidupan masyarakat sekitar kawasan hutan, sebagian besar memiliki ternak dan penggembalaan sebagai salah satu usaha sampingan memenuhi kebutuhan keluarga. Sayangnya aktivitas ini bisa menjadi penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia juga.

Kebutuhan HMT (Hijauan Makanan Ternak) dan area penggembalaan harus terpenuhi. Guna mendapatkan kualitas rumput yang bagus dan mempunyai tingkat palatabilitas tinggi, biasanya masyarakat membakar kawasan padang rumput yang sudah tidak produktif.

Setelah area padang rumput tadi terbakar, akan tumbuh rumput baru dengan kualitas yang lebih bagus dan kandungan gizinya tinggi. Namun tentunya rawan terhadap hutan di sekitarnya pula untuk ikut terbakar.

9. Konflik Sosial

Berbagai konflik sosial acapkali muncul di tengah masyarakat yang tinggal di kawasan hutan. Salah satunya ada rasa tidak puas dan kecewa atas pengelolaan hutan, yang terkadang memicu untuk bertindak anarkis tanpa memperhitungkan kaidah konservasi maupun hukum yang ada. Inilah penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia yang selama ini kerap dikesampingkan.

10. Membuang Sampah Sembarangan

Penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia ini biasanya terjadi di daerah pegunungan. Pendaki yang membuang sampah sembarangan bisa menjadi pemantik lahan hutan yang tandus dan kering menyulut api besar.

Tak hanya pendaki, tetapi bisa saja penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia dilakukan oleh petugas dan masyarakat yang lalai. Sampah yang bisa memicu kobaran api lebih besar adalah kertas, kaca, kaleng, plastik, dan masih banyak lagi lainnya.

 

Itu dia 10 alasan kenapa manusia juga bisa menjadi faktor penyebab kebakaran hutan, lalu apakah ini bisa berdampak besar? Kebakaran Hutan ini tentu saja memiliki dampak besar, diantaranya ;

1. Menyebarkan emisi gas karbon dioksida ke atmosfer. Kebakaran dianggap sebagai ancaman potensial terhadap pembangunan berkelanjutan karena dampaknya langsung pada ekosistem, kontribusinya terhadap emisi karbon, dan dampak pada keanekaragaman hayati, oleh Tacconi, 2003.

2. Terbunuhnya satwa liar dan musnahnya tanaman baik karena kebakaran, terjebak asap atau rusaknya habitat. Kebakaran juga dapat menyebabkan banyak spesies endemik di suatu daerah turut punah sebelum sempat dikenali.

3. Menyebabkan banjir selama beberapa minggu di saat musim hujan dan kekeringan di saat musim kemarau.

4. Kekeringan yang ditimbulkan dapat menyebabkan terhambatnya jalur pengangkutan lewat sungai dan menyebabkan kelaparan di daerah-daerah terpencil.

5. Kekeringan juga akan mengurangi volume air waduk pada saat musim kemarau yang mengakibatkan terhentinya pembangkit listrik (PLTA) pada musim kemarau.

6. Musnahnya bahan baku industri perkayuan. Ini bisa mengakibatkan perusahaan perkayuan terpaksa ditutup karena kurangnya bahan baku dan puluhan ribu pekerja menjadi kehilangan pekerjaan.

7. Meningkatnya jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan kanker paru-paru. Polusi asap ini juga bisa menambah parah penyakit para penderita TBC atau asma.

8. Asap yang ditimbulkan menyebabkan gangguan di berbagai segi kehidupan masyarakat. Aktivitas bisa lumpuh total akibat kebakaran hutan.

9. Gangguan asap juga terjadi pada sarana transportasi yaitu berkurangnya batas pandang. Banyak pelabuhan udara yang ditutup pada saat pagi hari di musim kemarau karena jarak pandang yang terbatas bisa berbahaya bagi penerbangan. Sering terjadi kecelakaan tabrakan antar perahu di sungai-sungai, karena terbatasnya jarak pandang.

10. Kerugian besar yang diderita akibat kebakaran hutan di Indonesia mengakibatkan degradasi hutan dan deforestasi menelan biaya sekitar 1.6 2.7 milyar US dollar dan biaya akibat pencemaran kabut sekitar 674 799 US dollar.

 

Semua dampak tersebut tentunya merugikan kita sendiri, karena tu mulai sekarang kita harus mampu bergerak 

#BersamaBergerakBerdaya #UntukmuBumiku dalam Tindakan menjaga hutan

 

1.  Melakukan reboisasi

Reboisasi adalah salah satu alternatif untuk melestarikan hutan. Reboisasi itu sendiri adalah menanam kembali hutan-hutan yang sudah rusak yang merupakan cara mencegah hutan gundul, yang di kira tidak layak lagi untuk di tempati dan digunakan oleh makhluk hidup, sehingga hutan akan tetap terjaga keberadaannya dan tetap bisa di gunakan oleh manusia dalam ruang publik kehidupan. Dengan adanya reboisasi tersebut, hutan akan semakin tetap hidup. Selain itu, dengan adnaya reboisasi, hutan akan kembali menghijau dan terus menghijau dan akan menjadi lestari dan bersih.

2. Menerapkan sistem tebang pilih

Seperti yang sudah di jelaskan, bahwasanya salah satu manfaat hutan bagi manusia adalah sumber ekonomi yakni dari pohon-pohon hutan tersebut. namun, meskipun begitu, banyak manusia yang sembarangan menebang demi faktor ekonomi mereka, sehingga tidak adanya sistem tebang pilih. Dengan adanya sistem tebang pilih ini, akan dapat mengurangi  dampak penebangan hutan secara liar dan dalam jumlah besar-besaran. Selain itu system ini juga berguna untuk masyarakat agar tidak sembarang dalam melakukan penebangan hutan.

3. Menerapkan sistem tebang-tanam

Sistem ini sangatlah berguna bagi pelestarian hutan yang harus dijalankan. Sistem penebangan hutan yang kemudian diganti dengan menanam hutan yang telah ditebang agar hutan tetap terjaga keberadaannya. Seperti halnya sebuah tanggungjawab di mana setelah dilakukannya penebangan hutan, di tanamnya lagi pohon-pohon agar ada ganti dari proses penebangan tersebut. dengan menanam kembali pula atas apa yang sudah di tebang, maka hutan akan tidak menjadi gundul dan hutan akan tetap terjaga kelestariannya dan akan terhindar dari penyebab pemanasan global.

4. Melakukan penebangan secara konservatif

Melakukan Penebangan secara konservatif adalah penebangan dengan cara menebang pohon yang sudah tidak berproduktif lagi di hutan tersebut, sehingga tidak terjadinya kesalahan penebangan di mana ada pohon yang masih muda atau pohon yang masih bias berproduktif dan di gunakan di potong secara sembarangan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi manusia itu sendiri. Menebang pohon yang suda tidak berproduktif lagi juga akan memberikan lahan untuk menanam kembali pohon-pohon dalam proses penghijauan serta dapat melestarikan hutan tersebut.

5. Memberikan sangsi bagi penebang yang melakukan penebangan sembarangan

Memberikan sanksi di sini dengan maksud agar penebang yang melakukan penebangan secara sembarangan jera terhadap apa yang sudah dilakukannya. Selain masyarakat yang harus menjaga kelestarian hutan, pemerintah juga harus ikut terlibat dalam pelestarian hutan. Pemerintah harus ikut turun tangan dalam pelestarian hutan. Sebaiknya, pemerintah juga memberikan sanksi yang berat bagi para pelakunya, yang bisa membuat mereka jera dan tidak melakukan kesalahan mereka lagi.

6. Tidak membuang sampah sembarangan di hutan

Contoh kecil dan nyata yang seringkali manusia lakukan adalah dengan tanpa atau dengan sengaja membuang sampah sembaranagn di hutan. Bahkan putung rokok pun di buang sembarangan. Hal ini sangat rawan sekali terjadinya bencana yang tidak dinginkan. Seperti kebakaran hutan yang seringkali di alami oleh negara Indonesia saat ini. Dengan adanya kebakaran hutan, akan sangat berdampak pada fungsi lingkungan hidup bagi manusia itu sendiri seperti halnya kabut asap yang dapat menggangu aktivitas sehari hari.

7. Melindungi dan menjaga habitat yang ada di hutan

Keberadaan mahkluk hidup di hutan sangatlah di pentingkan dan perlu juga untuk dilindungi. Hal ini di perlukan karena keberadaan mahluk hidup ini perlu di jaga agar tidak mengalami kepunahan yang di sebabkan kebakaran hutan maupun penebangan hutan secara sembarangan yang telah banyak di lakukan oleh manusia demi kepentingan pribadi mereka. Kepedulian harus di terapkan oleh manusia saat ini, karena sudah banyak flora dan dauna di dunia ini yang semakin punah dan terganggu lingkungan dan keberadaanya akibat dari ulah manusia sehingga kita haru memiliki cara melestarikan flora dan fauna.

8. Tidak mencoret-coret pohon yang ada di hutan

Banyak sekali para remaja atau dewasa yang jika ada suatu kunjungan atau mendatangi hutan-hutan yang ada di pegunungan banyak sekali hal hal yang sudah di lakukan. Seperti meninggalkan jejak mereka dengan cara mengukir suatu tulisan di batang pohon yang ada di hutan tersebut, atau mencoret-coretnya dengan sesuatu yang membuat kelestarian hutan menjadi berkurang. Hal ini sangat perlu untuk di cegah agar pohon-pohon tersebut menjadi terjaga dan bersih.

9. Mengurangi penggunaan kertas berlebih

Kertas yang dibuat di pabrik-pabirk sangat perlu di perhatikan dalam jumlah yang di perlukan dan tidak dihambur-hamburkan atau berlebih karena akan mempercepat proses terjadinya efek rumah kaca. Dengan menekan produksi penggunaan kertas yang berasal dari pepohonan hutan, hutan akan menjadi tetap terjaga kelestariaannya dan menekan pula proses penebangan hutan secara berlebih.

10. Mengidentifikasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan

Belakangan ini, negara Indonesia maupun negara tetangga lainnya sangat merasakan dampak dari terjadinya kebakaran hutan yang di alami oleh indonesia saat ini. Dampak tersebut yakni bencana kabut asap. Kabut asap yang terjadi di Indonesia saat ini terjadi karena adnya kebakaran hutan yang terjadi dimana-mana. Maka dari itu, pemerintah sangat perlu mengindentifikasi apa apa yang menyebabkan kebakakaran tersebut terjadi. Selain itu diperlukan juga untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan yang akan akan merambat dant erus merambat yang emgakibatkan kabut asap dan merugikan berbagai sektor dalam negara seperti sektor pendidikan dan sektor perekonomian negara.

11. Melakukan seminar pelestarian hutan

Dengan melakukan seminar untuk menjaga pelestarian hutan, di harapkan bagi masyarakat betapa pentingnya melakukan pelestarian hutan. Selain itu, diberikan pula apa manfaat hutan bagi manusia dan mahkluk hidup lainnya serta fungsi-fungsi yang dapat di ambil untuk kepentingan-kepentingan positif. Dan juga, tidak hanya manfaat manfaat saja, akan tetapi dampak yang akan terjadi jika manusia itu sendri tidak melakukan pelestarian terhadap hutan. Seperti akan terjadinya bencana yang akan di alami oleh manusia yakni kabut asap, banjir yang akan terjadi dimana mana sebab tidak ada penampungan bagi air yang meluap, tanah longsor bagi manusia yang bertempat tinggal di tebing-tebing.

Maka dari itu, sangat di harapkan sekali masyarakat untuk mengetahui cara-cara melestarikan hutan yang sebenarnya untuk menjaga hutana agar lebih bersih, indah dan nyaman. Namun, tidak hanya untuk mengetahui saja, akan tetapi, di perlukan juga aksi atau tindak lanjut yang dilakukan untuk melestarikan hutan dan jenis jenis sumber daya alam alam lainnya. Hal ini bukan hanya untuk menyadari masyarakat saja, akan tetapi bagi pemerintah yang sedang berleha-leha di singgasana mereka. Pemerintah harus memperdulikan keberadaan masyarakat saat ini akibat bencana yang dialami di mana-mana. Pemerintah juga haus ikut turun tangan dalam melestarikan hutan yang ada di negara ini. Akibat bencana yang terjadi pula, bukan hanya dari masyarakt saja, namun dari pemerintah juga yang melakukan hal pribadi dan kepentingan mereka untuk ranah dalam sektor ekonomi tanpa berfikir dampak yang akan terjdi akibat tingkah laku pemerintah saat ini.

Itu dia berbagai tindakan yang bisa kita lakukan untuk #BersamaBergerakBerdaya karena menjaga Hutan sama sekali tidak merugikan kita justru memiliki banyak keuntungan yang bisa kita nikmati bersama-sama. #BersamaBergerakBerdaya #UntukmuBumiku 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Molto Korean Strawberry, Pelembut Pakaian terbaik

Suka lagu korea? Suka nonton drakor? Atau jangan-jangan kamu suka keduanya? Nah,buat pecinta lagu korea ataupun drakor pasti udah tau kalau idol dan aktor korea semuanya cantik dan juga tampan-tampan. Tapi ternyata sekalain itu mereka juga wangi lho. Penasaran wanginya seperti apa? Nah aku awalnya penasaran  saat dengar Molto   mengeluarkan varian terbarunya yaitu   Molto Korean Strawberry  yaitu Pewangi Pakaian Korea  dan setelah membelinya baru dibuka saja aroma Strawberrynya sudah tercium. Ini bikin aku jadi familiar sama aroma kekoreannya. apa sih yang kebayang dengan aroma strawberry? Wangi segar dan manis pastinya, “Yah,pasti susah nyarinya”   Jangan khawatir karena ini masih buatan Indonesia kok jadi tentu bisa didapatkan dengan mudah. Dimana sih bisa beli produknya? S ebelum itu aku akan rekomendasi pewangi pakaian bagus untuk dipilih ; 1.  Kandungan produk dari bahan alami Sebelum membeli, sempatkan untuk mengecek kandungan produk. Utamak...

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN“Wingko Babat”

    PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN PRAKTIKUM USAHA “Wingko Babat”   DISUSUN OLEH :   1.         Qoiril Nurhasanah (22) 2.         Ridwan Dwi Irawan (23) 3.         Wening Widianingsih (30) 4.         Yulie Sarida Husania T. (32)   KELAS : XII TKJ 1       SMK NEGERI 1 NGLIPAR 2017/2018     BAB. I PENDAHULUAN   A.       LATAR BELAKANG Menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat setiap harinya, sebagai siswa sekolah teknik kita memang dididik untuk menjadi siswa yang kreatif sehingga dapat mengembangkan sebuah produk yang dapat dibuat dan bisa kita kembangkan dan salah satunya adlaah kami memulai dari bisnis membuat Wingko Babat. Dalam bisnis ini kami mengembangkan pembuatan makanan tradisional yang murah, dinikmati kalangan ko...

Metode Penelitian

  Makalah Metode Penelitian   Pertanyaan Dan Kuesioner Seputar Perkembangan Pendidikan Ilmu Akutansi         Disusun Oleh : 1. Qoiril NurHasanah (11180572) 2. Ernawati (11181438) 3. Safira Camily (11180701) 4. Hasanah Nisa Madani (11180151) 5. Pellia Oktari (11180121)   Sistem Informasi Akutansi 11.4B.11 Universitas Bina Sarana Informatika Jakarta Timur                 Pertanyaan Wawancara Mengenai Perkembangan Pendidikan Ilmu Akutans i __________________________________________________________________   Berikut Ini dilampirkan mengenai beberapa pertanyaan untuk mengetahui sejauh apa anda mengetahui Ilmu Akutansi yang telah berkembang di indonesia :   1.        Bagaimana Penyusunan standar akuntansi di Indonesia? 2.        Bagaimana Perkembangan organisasi pr...